Hai Generasi milenial......
Khususnya para pelajar ataupun mahasiswa, pernahkah kalian berpikir 💡 mengenai kualitas belajar yang selama ini kita lakukan???. Ternyata belajar itu ada Tangganya (tinggkatan) sob, emmm apa saja ya kira-kira tangga belajar itu?, dan dimanakah posisi belajar yang kita miliki selama ini?
Pahami penjelasan singkat berikut ini mengenai tanga-tanga belajar
# Tangga 1 : Terpaksa
Tangga pertama ini adalah tangga yang paling rendah, tangga 1 mencerminkan betapa sangat rendahnya kulalitas belajar seseorang. Kenapa min paling rendah?, Karena pada tangga ini sesorang "Belajar akibat adanya tekanan dari luar" atau bisa dikatakan bukan atas dasar kemauan/ kesadaran diri.
Tekanan seorang siswa untuk melakukan belajar biasanya kerena disuruh orang tua, guru, wali, atau siapa saja dengan sebuah ancaman atau hukuman.
Contohnya >> orang tua siswa memberi ancaman "kalau kamu tidak mau belajar maka tidak akan diberi uang saku (jajan) ! "
Akibatnya belajar hanya akan melahirkan beban dalam hidupnya dan berakibat pula pada kurangnya prestasi yang dimiliki.
# Tangga 2 : Kewajiban
Tangga dua ini lebih baik daripada tangga sebelumnya di tangga ini sudah mulai tumbuh kesadaran akan pentingnya belajar. Namun yang perlu digarisbawahi niat seseorang mengenai belajar pada tangga ini hanya atas dasar menggugurkan kewajiban saja.
Seorang yang mendasari kegiatan belajarnya sebagai sebuah kewajiban, maka tugas-tugas belajar yang dilakukan hanya sekedar menghindari sanksi atau hukuman saja. Pelajar tahap ini mereka berpikiran "yang penting tidak dimarahi guru dan terhindar dari hukuman"
Contohnya >> apabila ada PR siswa datang pagi-pagi ke sekolah untuk meminjam pekerjaan temannya. Tanpa mempedulikan masalah mengerti pelajaran yang diberikan atau tidak, yang terpenting mengumpulkan tugas. Adapun ketika pembelajaran online (daring) maka siswa pada tangga ini kebanyakan meng-copas atau jika mengerjakan asal kirim aja.
Akibatnya dalam proses belajarnya ia mempunyai prinsip 'penting mengumpulkan tugas dan terhidar dari hukuman'. Otomatis pekerjaannya tidak maksimal, so pasti kualitas belajarnya masih sedikit.
# Tangga 3 : Kebutuhan
Tangga tiga ini mulai tumbuh kesadaran mengenai arti pentingnya belajar sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga kegiatan belajar akan menjadi salah satu bagian yang harus dipenuhi dalam hidup.
Namun ketika kegiatan belajar berlandaskan sebuah kebutuhan maka akan memberi dampak angin-anginan. Artinya kadang tidak rajin, kadang rajin, kadang sangat rajin bahkan sampai mati-matian belajar. Aktivitas belajarnya akan mencapai puncaknya ketika akan menghadapi ulangan.
Contohnya>> seorang pelajar akan santai belajarnya ketika hari biasa, tetapi ketika saat akan menghadapi ulangan atau ujian dia akan mati-matian belajar, kerap menggunakan SKS (sistem kebut semalam) sampai ujian berakhir, namun ketika selesai ujiannya maka motivasi belajarnya akan menurun seolah-olah semua sudah selesai.
Akibatnya pelajar akan sering mengalami pasang surut dengan kegiatan belajarnya atai bisa dibilang sesuai kebutuhan saja. Terkadang mencapai titik puncak maksimal tetapi terkadang juga akan berada turun di titik terendah.
# Tangga 4 : Syukur
Tangga tingkat 4 ini kita belajar atas dasar rasa syukur kepada Sang Pencipta. Inilah target tangga sebenarnya minimal yang harus dicapai. Apabila aktivitas belajar kita lakukan atas dasar kesadaran-kesadaran sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah yang telas diberikan Sang Pencipta atas diri kita dengan dukungan orang tua dan lingkungan sekitar maka aktivitas belajar yang kita lakukan tidak lain adalah aktivitas yang mengekspresikan rasa syukur dan terimakasih.
Akibatnya rasa ikhlas akan senantiasa mewarnai suasana belajar kita. Jalinan rasa hati dan emosi menjadi untaian mutiara cantik nan indah, akhirnya prestasi akan mengalir dan mengiringi tiap gerak langkah kita.
# Tangga 5 : Cinta
Inilah tangga puncak belajar. Tangga idaman setiap insan yang memiliki kualitas rasa terimakasih yang tinggi. Menurut pelajar pada tingkat ini aktivitas belajar sebagai ekspresi dari rasa cinta yang tumbuh dan berkembang di dalam hatinya.
Contoh >> pelajar akan merasa ada sesuatu yang hilang dari dalam dirinya jika satu hari saja tidak belajar, semua terasa hampa jika tidak belajar karena merasa telah melupakan yang dicintainya.
Akibatnya prestasi dan kebanggaan merupakan bunga-bunga kehidupan yang senantiasi mewarnai di dalam taman-taman indah kehidupannya.
Oke... Sob itu saja penjelasan dari mimin. Bagaimana? Paham kan 😉 yang saya paparkan tadi....
Kalau mimin sendiri belajarnya mungkin masih di tangga 3 😅😅😅, bagaimana dengan kalian sahabat????, { KOMEN DI BAWAH YAAA... 😊 }
Semoga Berkah








