ROKET AIR

 ROKET AIR SEDERHANA 



Hai Gaes, ini ceritanya dulu itu ketika saya kelas X ada sayembara di kelas, saat mempelajari bab tentang bunyi hukum newton. Katanya ibu guru saya yang mengajar pelajaran Fisika lintas minat siapa saja yang bisa membuat rocket air maka nilai mapel fisika limin nya akan dinaikkan,  so aku sebagai anak Ips ingin mencoba membuat roket air itu gaes

Berikut ini sedikit ulasan mengenai roket air......



Apa sih Roket air itu? 

Roket air adalah salah satu jenis roket yang menggunakan air sebagai bahan bakarnya.

 Wahana tekan yang berfungsi sebagai mesin roket biasanya terbuat dari botol plastik aqua atau yang lainya. 



Kaitannya Dengan Fisika? 


Dasar hukum roket air adalah "Hukum newton 3" yaitu tentang Aksi-Reaksi

Bunyi Hukum 3 Newton : 
"Apabila sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua memberikan gaya kepada benda pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah."
(Hukum 3 Newton) 

Penjelasan : >>
            Teori dasar peluncuran roket air, sama dengan percobaan balon yang meluncur ke atas.  Roket air memberikan gaya Aksi yang sangat besar kepada gas, dengan mendorong gas keluar, dan gas tersebut memberikan gaya reaksi yang sama besar, dengan mendorong roket air ke atas. Gaya dorong yang diberikan gas kepada roket air sama besar dengan gaya yang diberikan roket air kepada gas, hanya arahnya berlawanan. Roket air mendorong gas ke bawah, gas mendorong roket air ke atas. Inilah yang di sebut Hukum Aksi-Reaksi atau "Hukum newton 3".


Alat dan Bahan yang digunakan 

1. Pisau atau cutter

2. Lem pipa

3. Pipa

4. Botol bekas

5. Pipa paralon (dengan berbagai macam ukuran) 

6. Kardus bekas

7. Tipe atau solasi

8. Dop sepeda motor

9. Pompa

10. Air


Cara Buatnya ?



Peluncuran Roket Air



Terimakasih sudah melihat, mohon maap bila ada kesalahan 

See you

Share:

Selamat Milad

 13 April 2022


Alhamdulillah, Barakallah Fii Umrik

   Pada tanggal 13 April 2002 adalah hari kelahiranku,  hari pertamaku melihat dan ada di bumi ini. Lahir yang disertai tangisan, tangisanku dan tangisan keluargaku atas rasa syukur terhadap kelahiran anak pertamanya.

  Saya bersyukur bisa dan masih hidup sampai hari ini, serta tidak lupa pula hari ini bertepatan dengan Bulan Romadhon semoga  Allah memberkahi umur saya. Semakin bertambah usia maka seharusnya makin bertambah kedewasaan dan pola pikirnya. Sejatinya bertambahnya usia adalah berkurangnya masa atau waktu kita hidup di bumi ini. 


  Berikut Foto Formal Saya ketika Sekolah

Masuk Tk

Lulus Tk

Wisuda Khatam Al-Qur'an Pertama

Masuk Madrasah Ibtidaiyah

Lulus Madrasah Ibtidaiyah

Masuk Madrasah Tsanawiyah

Lulus Madrasah Tsanawiyah
Wisuda TPQ


Kelas X MAN


Foto KTP

Kelas XI MAN

Kelas XII MAN

Kelulusan MAN

Foto Ijazah MAN

Mahasiswa Semester 1


Mahasiswa Semester 2

Foto Organisasi



     Meskipun ulang tahun tidak dirayakan, melewat begitu saja, tapi pastilah orang atau anak ingat akan tanggal lahirnya. Maka dari itu, yang terpenting bukan dirayakan atau tidaknya teatapi Do'a dan rasa syukur terhadap momen ini. 

    "Ya Allah semoga aku menjadi orang yang bertaqwa,  bermanfaat, cerdas,  sehat,  banyak rizeki,  dan berkualitas. Aamiin"


Terimakasih, sudah melihat 😀
Mohon maaf apabila banyak kesalahan 



Share:

STRATEGI PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK GENERASI MUDA INDONESIA ANTI KORUPSI


OPINI


Korupsi harus terus diberantas salah satunya dengan pendidikan 



     Korupsi di Indonesia merupakan berita yang tidak asing lagi bagi masyarakat, bahkan sudah menjadi kebiasaan untuk mendengarkan berita tentang kasus korupsi. Korupsi ini merupakan kejahatan luar biasa (extra-ordinari crimes) yang sudah mendarah daging di Indonesia.

     Korupsi dapat merusak moralitas bangsa Indonesia yang dahulu terkenal sebagai bangsa ramah, adil, dan gotong royong. Rapuhnya moralitas dan rendahnya kejujuran dari aparat pemerintah ini merupakan penyebab utama terjadinya korupsi. Korupsi juga merugikan bangsa Indonesia, mulai dari kesejahteraan rakyat, menambah tingkat kemiskinan, menimbulkan masalah sosial yang besar, dan memperburuk pertumbuhan ekonomi Negara. Pembangunan jangka panjang tidak akan maksimal jika korupsi terus dilakukan.

     Uang yang dikorupsi sebesar Rp 168 T. seandainya uang yang dikorupsi digunakan untuk membangun 195 gedung sekolah dasar (SD) baru dengan  fasilitas lumanyan lengkap. Selain itu, juga bisa membiayai sekolah 3,36 juta orang hingga menjadi sarjana (KPK RI, 2020)

     Setiap tahun di Indonesia selalu ada kasus korupsi, korupsi di tanah air masih tergolong sangat tinggi jika mengacu pada skor Corupotiond Perception Index yang dilansir oleh transprarancy International Indonesia. Hampir di semua bidang terjadi korupsi dan suap-menyuap baik itu ‘‘kelas teri’’ maupun ‘‘kelas kakap’’ . Hal ini membuat resah masyarakat Indonesia. Apalagi sekarang lagi gencar-gencarnya bantuan sosial dari pemerintah mengenai penanganan virus corona yang jumlahnya fantastis dan rawan terhadap korupsi yang dilakukan aparat pemerintah.

     Maka dari itu, perlunya strategi untuk menumpas korupsi di Indonesia salah satunya adalah menghilangkan korupsi mulai dari akar-akarnya yaitu kaum muda yang akan menjadi generasi berikutnya dan melalui pendidikan yang ada di sekolah

     Generasi muda adalah generasi penerus bangsa merupakan slogan yang tidak baru lagi. Kemajuan suatu Negara tahun depan ditentukan oleh kualitas pemuda pada saat ini, sebagai generasi penerus bangsa berarti para generasi muda akan menanggung martabat bangsa Indonesia terutama di dunia internasional nanti. Budaya korupsi yang telah mendarah daging di Indonesia yang saat ini masih tinggi perlu diperhatikan terutama untuk kaum muda Indonesia. Perlunya penanaman anti korupsi sejak masa muda, karena merekalah yang akan menjadi generasi pemimpin dan pengelola negeri ini selanjutnya.

     Salah satu peran generasi muda adalah sebagai agen of devolepment yaitu sebagai agen pembangunan, generasi muda haruslah mampu menanamkan nilai- nilai anti korupsi sejak masa muda. Selain itu, pemuda merupakan agen of change, yaitu agen perubahan, diharapkan generasi pemuda saat ini akan merubah Indonesia yang lebih baik terutama terkait masalah anti korupsi, salah satu usaha menanamkan rasa anti korupsi adalah melalui pendidikan, karena pendidikan ini merupakan suatu pondasi dari peranan pemuda Indonesia, tanpa adanya pendidikan yang kuat maka para pemuda Indonesia pasti merasakan kesusahan dalam menjalankan peran mereka. Salah satu cara untuk menjadikan generasi pemuda Indonesia anti korupsi yaitu dengan 4 strategi pendidikan karakter  berikut:

     Pertama, pendidikan antikorupsi terintregasi di semua mata pelajaran, hal ini bertujuan untuk menanamkan karakter kejujuran yang dikembangkan guru masing-masing mata pelajaran, melalui pengembangan desain rencana pelaksanaan pembelajaran dengan cara menyisipkan nilai-nilai anti korupsi dalam materi pembelajaran yang relavan. Nilai-nilai anti korupsi dapat ditanamkan melalui beberapa pokok atau subab pokok bahasan materi yang berhubungan dengan nilai-nilai hidup. Kegiatannya berupa menyisipkan kata-kata atau motivasi pada bab yang bisa berkaitan dengan korupsi. Misalnya pada mata pelajaran Sejarah, ‘‘sejak dahulu dalam masyarakat yang demokratis, korupsi dan penindasan tetap saja menjadi ancaman yang besar’’. Dari sisipan kata-kata tersebut guru akan menjelaskan tentang keterkaitan pelajaran sejarah dengan kasus korupsi sehingga para siswa tertarik untuk mendengarkan dan mencari solusi dari kata-kata tersebut. Contoh lainnya yaitu pelajaran MTK, ‘‘untuk memahami konsep integral seorang siswa harus memiliki kesungguhan untuk memahami dan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan, sama halnya ketika menjadi pemimpin harus sungguh-sunguh dan adil’’. Dengan model ini dipastikan semua guru adalah pengajar antikorupsi tanpa terkecuali.

     Kelemahan dari metode ini adalah guru harus beradaptasi dan perlu mencari literatur yang lebih, mengenai hubungan keterkaitan materi pembelajarannya dengan pendidikan anti korupsi.

     Kedua, pemberian materi anti korupsi (MAK) pada pembelajaran PPKN, materi untuk pendidikan anti korupsi terdiri dari, pengenalan korupsi, dampak korupsi, upaya perlawanan terhadap korupsi dan lain-lain. Materi ini bertujuan menumbuhkan kepekaan dan membangun kerangka  berfikir  (framework of thinking) kegiatannya berupa penyampaian dan mendiskusikan konsep korupsi oleh guru PPKN kepada siswanya.

     Ketiga, pembiasaan perilaku antikorupsi, yaitu terdapat 7 nilai karakter antara lain nilai kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, dan kesederhananan. Nilai kejujuran di sekolah dapat diimplementasikan siswa dalam bentuk tidak melakukan kecurangan seperti menyontek saat ujian, tidak melakukan plagiarisme, membayar uang jajan sesuai harga yang dibeli, dan lain-lain. Namun bukan hanya penyadaran dari siswa saja, guru pun apabila memberikan tugas harus meminimalisasi mengenai kegiatan seperti kegiatan contek menyontek pada siswa. Caranya dengan memberikan tugas yang beda setiap kelompok maupun individu atau mengacak tugas yang berbeda yang akan diberikan untuk semua siswa. 

     Nilai kepedulian dapat diimplementasikan siswa dalam bentuk menjaga lingkungan sekolah agar telihat lestari dan menjaga fasilitas sekolah dengan baik. Nilai kemandirian dapat diimplementasiakn dalam bentuk mengerjakan soal ujian secara mandiri, mengerjakan tugas mandiri, dan mampu menjadi siswa yang aktif. Nilai kedisiplinan dapat diimplementasikan dalam bentuk tidak terlambat disekolah, patuh terhadap aturan sekolah, dan mengatur waktu dengan baik. Selain itu, guru atau ketertiban sekolah harus membuat undang-undang (UU) aturan tentang larangan dan kewajiban ketika di sekolah baik itu secara tertulis maupun kebiasaan, serta menambahkan pula sanksi apabila tidak melaksanakan atau malah melanggar larangan dalam aturan tersebut. Tujuan sanksi adalah untuk memberi efek jera terhadap hal yang dilanggar oleh siswa.

     Nilai tanggung jawab, merupakan nilai penting yang harus dihayati oleh siswa, diimplementasikan dalam hal kesungguhan belajar dan percaya diri. Dalam nilai ini siswa harus mampu bertanggung jawab atas hal yang dilakukannya, apabila siswa melakukan kesalahan ia harus menanggung resiko dan sanksi, apabila siswa berprestasi ia harus mengembangkan prestasinya agar selalu berkembang dan tumbuh. Jadi nilai tanggung jawab itu tidak hanya tentang masalah negatif saja tetapi juga terkait pengembangan diri seorang siswa.

     Nilai kerja keras dapat diimplementasikan siswa dalam kehidupan sehari- hari, misalnya mengerjakan tugas dengan tekun, menghargai proses bukan hasil semata.

     Nilai kesederhanaan dapat diterapkan siswa dalam bentuk pemenuhan kebutuhan hidup yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan seorang siswa. Siswa harus dihilangkan dari sifat hendonisme karena itu merupakan perilaku yang tidak baik dan berdampak buruk terhadap diri siswa.

     Keempat, metode education tools, metode ini bertujuan menciptakan media pembelajaran yang kreatif untuk segmen formal maupun publik untuk menumbuhkan gerakan anti korupsi. Implementasinya berupa siswa mewujudkan kreatifitasnya dalam mendesain berbagai macam produk yang bisa menjadi media pembelajaran anti korupsi. Contoh kegiatannya adalah perlombaan seni drama bertemakan korupsi, perlombaan puisi yang mengangkat tema korupsi, pemberian tugas seni budaya mengenai seni rupa tentang slogan antikorupsi, pemberian tugas mapel prakarya dengan menyisipkan kata kata anti korupsi. Dengan metode inilah siswa lebih tergairah untuk penanaman rasa anti korupsi.

     Peran guru disini sangatlah besar guna mendidik siswa terutama kaum muda, namun tidak hanya guru siswa pun harus harus partisipan dalam strategi pendidikan karakter ini. Melalui strategi ini diharapkan pemuda di Indonesia tertanam nilai anti korupsi sehingga dapat memperbaiki kualitas pemerintahan di masa mendatang dan terciptanya pembangunan nasional yang maksimal.


Semoga Bermanfaat 

Terimakasih 😀



Share:

TIPS CARA MENGATUR UANG BAGI PELAJAR DI MASA PANDEMI

 

OPINI



     Besar pasak daripada tiang, peribahasa yang mungkin sekarang menjadi nyata dan banyak orang merasakan hal ini sebagai akibat dari virus corona yang menyebabkan kita para pelajar sulit mendapatkan uang, utamanya uang saku dari orang tua. Apalagi ditambah kondisi ekonomi keluarga yang tidak konsisten yang berakibat kita diberi uang saku tidak semesti biasanya. Uang memang tak menjamin kebahagiaan, tapi kalau tidak punya uang lebih tidak terjamin lagi. 

     Kita pasti pernah merasakan di masa pandemi ini dimana uang kita habis tidak tahu habisnya untuk apa saja. Uang habis,  tabungan gak ada, keinginan beli barang malah banyak. Seakan-akan selau kekurangan, uang numpang lewat saja tanpa permisi dan basa-basi. Bagi pelajar atau mahasiswa hal ini sering terjadi karena banyak diantara pelajar yang kesulitan dalam mengatur keuangan, sehingga uang yang didapat entah itu uang jajan atau pendapatan lain selalu habis tidak tersisa.

     Kalau kita tidak bisa mengatur uang ibarat kita mau mengambil air dengan gayung yang bocor pasti airnya tidak keambil meskipun itu air sungai, jadi seberapapun gede uang yang dipunya kalau tidak bisa mengatur pasti akan merasa kurang terus.

     Semua yang terjadi pasti ada penyebabnya tidak mungkin tidak, untuk mengatasi masalah keuangan tersebut hal pertama yang harus diketahui adalah penyebab masalah keuangan tersebut. Penyebab utamanya yaitu kita terlalu optimis dalam mengeluarkan uang, misal ketika kita sangat menginginkan membeli barang untuk memenuhi keinginan pasti ada pikiran seperti ini, “tenang saja nanti ke ganti kok dari uang ini, itu, dan lain-lain.” yang mana hal ini akan menjadikan kita pemberani dalam mengeluarkan uang. Padahal belum tentu apa yang di pikirkan itu beneran terjadi, dan malah sering tidak terjadi.

     Selain itu, kita juga kerap tergoda dengan potongan harga, alasannya “mumpung murah Kapan lagi bisa dapat harga dengan potongan segini” pikiran tersebut sering melintas di otak kita, apalagi jika terlihat tanggal diskon tersebut sudah mau habis. Padahal harga diskon itu pada dasarnya sebuah ilusi. Diskon itu akan memberikan sugesti bahwa barang tersebut terlihat murah.

     Mengikuti  gengsi juga menjadi penyebab bocornya gayung kita. Tuntunan gaya hidup yang terjadi entah itu karena pergaulan atau usaha mempercantik diri, bisa menjadi penyebab terjadinya masalah keuangan. Misalnya ketika kita ingin memiliki motor dengan penuh modifikasi, aksesoris keren, kosmetik, ataupun barang mewah guna mempercantik penampilan, Itu semua membuat diri kita menjadi orang yang boros. Niat kita buat orang lain terkesan, padahal diri kita sendiri menderita karena sulitnya mengatur uang.

     Setelah mengetahui apa penyebab keuangan kita cepat habis maka langkah selanjutnya kita harus membuat skala prioritas atau pilihan. Caranya dengan membuat tabel segala kebutuhan. Namun sebelum menyusun tersebut, kita harus tahu dan bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan (needs) adalah hal dasar yang diperlukan manusia memenuhi kebutuhannya karena berpengaruh kepada derajat kemanusiaan. misalnya makan, minum, berpakaian, tempat tinggal, dan lainnya. Sedangkan keinginan (wants)  merupakan kebutuhan yang telah dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, tujuan, dan kedudukan sosial. Makan merupakan kebutuhan dasar manusia, sedangkan pilihan dari jenis makanan merupakan keinginan. Contoh lain dari keinginan diantaranya jenis minuman, jenis roti dan, pilihan tempat tinggal.

     Lalu susunlah skala prioritas dengan membuat tabel kebutuhan, lakukan pilihan (choice) sesuai dengan kebutuhan primer (kebutuhan mendasar) dan yang paling mendesak. Jangan memilih barang mewah atau keinginan mempunyai barang keren sebelum memenuhi kebutuhan yang mendasar pada diri kita. Mengingat bahwa manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas sedangkan sumber daya ekonomi relatif terbatas, maka harus bagi kita untuk melakukan pilihan (choice).

     Belilah barang sesuai kebutuhanmu, dahulukan kebutuhan primer atau kebutuhan yang paling mendesak, jika telah melakukan pembelian barang Maka jangan lupa untuk mencatat dan check list daftar yang sudah kamu buat (pada daftar skala prioritas). Pencatatan berfungsi sebagai pengatur dan pengingat kita apabila telah melakukan pengeluaran uang, jadi dari pencatatan kita tahu uangnya untuk apa saja dan tahu apa saja kebutuhan yang harus dipenuhi selanjutnya.

     Hindarilah pembayaran mencicil atau kredit,  usahakan bayar secara  langsung bayar (cash). Karena pembelian bermotif ini akan menjadikan beban setiap bulan dan belum lagi apabila ditambah dengan bunganya.  Untuk kondisi pandemi seperti ini berhemat dan menyimpan uang jauh lebih penting,  jika itu barang tersier atau barang lainnya yang tidak terlalu penting, maka tunda dulu meskipun kamu telah mempersiapkan jauh hari sebelum pandemi ini.

     Jangan lupa juga untuk menyisihkan uang darurat guna untuk berjaga-jaga apabila nanti ada kebutuhan tidak terduga. Contohnya tiba-tiba Kita disuruh urunan kerja kelompok yang jumlahnya tidak sedikit, membeli kebutuhan sekolah, melakukan praktikum, dan kebutuhan yang lain. Jika kita mempunyai uang darurat, maka kita tidak perlu khawatir ataupun cemas apabila nanti tiba-tiba ada keperluan mendesak seperti itu. 

     Selain itu, untuk mendapatkan uang maka Carilah penghasilan atau uang tambahan dan lakukanlah investasi, banyak mahasiswa maupun pelajar SMA yang suka berjualan seperti jual makanan, aksesoris,  atk, ataupun menjadi pekerja sementara di toko. Sekarang teknologi semakin maju dan semua serba online, Jadi bagi kamu yang suka buat produk atau suka masak, maka kamu dapat menjual produk secara online atau buka online delivery (go-food). Anda bisa memasarkan dan mempromosikan di media sosial seperti WA facebook, Instagram dan platform jual beli online seperti Toko pedia,  Shoppe, lazada,  dan Buka Lapak. 

     Hebatnya lagi Apabila kamu tidak punya modal yang cukup atau kamu yang belum bisa buat sebuah produk, Anda bisa bisnis dengan sistem menjualkan atau yang biasa kita kenal dengan Reseller. Reseller adalah suatu kegiatan menjual kembali barang atau jasa yang disediakan oleh pihak lain dengan harga yang lebih tinggi atau dengan harga khusus yang telah ditetapkan oleh pihak yang menjual yang menyediakan barang tersebut.  Cara kerja reseller yaitu pelakunya bertindak sebagai perantara antara mencari produk atau jasa dengan mereka yang memiliki produk yang mana nantinya reseller tersebut akan menambahkan biaya tambahan atas pekerjaan menjadikan produk atau jasa tersebut. Metode ini sangat cocok bagi pelajar yang tidak punya modal, jadi tugas kamu hanyalah memasarkan produk. 

     Langkah yang tidak kalah penting yaitu mengevaluasi pengeluaran dan penghasilan. Melakukan evaluasi keuangan bagi pelajar merupakan hal yang penting guna memiliki kondisi finansial yang stabil, kamu harus mengetahui berapa uang kamu, misalnya uang jajan dari orang tua ataupun uang tambahan dari kerja sampingan dan pengeluaranmu setiap bulannya. Lebih baik lagi jika mengetahui secara lebih detail, berapa uang yang kamu pegang dan dari mana saja. Kemudian pengeluaran dihabiskan untuk apa saja, hal ini akan lebih mudah apabila kamu sudah mempunyai catatan.

     Evaluasi berguna untuk mengakomodasi setiap perubahan agar kamu tetap berada di jalur tujuan keuangan yang direncanakan. Seiring dengan berjalannya waktu kebutuhan juga akan terus berubah, meskipun sekarang masih pandemi kebutuhan akan berkurang atau juga semakin bertambah,  sehingga memerlukan komitmen dalam mengevaluasi keuangan agar rencana keuangan tetap dapat tercapai sesuai dengan harapan.


Semoga Bermanfaat 

Terimakasih  😀


Share:

Tips Mengatasi Demotivation Belajar Siswa selama Pembelajaran Daring


OPINI


Ilustrasi Pembelajaran Tatap muka dulu



     Kondisi pandemi covid 19 yang berkepanjangan telah melahirkan kebijakan ‘Daring' atau biasa pula disebut pembelajan jarak jauh (PJJ). Sebagian sekolah proses pembelajaran ini telah berjalan 1 tahun terhitung sejak Maret 2020, namun ada pula sekolah yang sudah menerapkan sistem tatap muka mulai dari 25 % atau 50 % siswa masuk sekolah. Artinya siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka tidak semuanya dan sistem pembelajaran Daring tetap melekat di sebagian peserta didik. 

     Keluhan orang tua terhadap kondisi menurunnya semngat belajar bagi siswa pada saat pembelajaran metode daring merupakan suatu keniscayaan. Siswa yang mulai menurun semangat belajarnya atau dengan kata lain tidak memiliki motivasi untuk belajar (demotivation) dikarenakan memiliki banyak permasalahn yang terjadi pada saat pembelajaran Daring. 

     Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM)  dengan sistem Daring ini telah melahirkan banyak permasalahan yang dihadapi baik oleh siswa,  guru,  maupun orang tua. Ada sebagian guru dalam KBM Daring materi belum selesai disampaikan oleh guru kemudian guru mengganti dengan tugas lainnya,  hal ini merupakan salah satu yang menjadi keluhan bagi siswa karena tugas yang diberikan oleh guru lebih banyak. 

     Permasalahan lain dari sistem KBM Daring adalah akses koneksi internet yang terkendala oleh sinyal yang menyebabkan lambatnya mengakses informasi. Siswa yang tertinggal dengan informasi berakibat pada keterlambatan mereka dalam mengumpulkan suatu tugas yang diberikan guru. Belum lagi guru yang harus memeriksa banyak tugas siswanya yang telah dikumpulkan membuat penyimpanan gadget semakain terbatas. 

     Dari banyaknya permasalahan yang dihadapi ketika KBM Daring,  masalah yang paling krusial adalah menurunnya motivasi bahkan tidak adanya motivasi (demotivation) siswa dalam kegiatan pembelajan. Hal tersebut merupakan sinyalemen akan menurunnya prestasi akademik para siswa.

     Kata demotivation menurut kamus Inggris-Indonesia memiliki arti penghambat motivasi. Menurut G.R Van denBos (2007), demotivation merupakan citra negatif atau self-talk negatif yang menekankan mengapa seseorang tidak dapat melakukannya dengan baik dalam sebuah tugas sehingga menghambat upaya untuk melakukan itu. 

     Guru dapat mengetahui jika para siswa kehilangan motivasi dengan melihat tanda-tanda berikut: pertama,  semangat belajar dan bertanya yang menurun. Kedua,  banyak siswa yang tidak mengikuti KBM Daring pada jadwal yang sesuai.  Ketiga, siswa lebih suka googling daripada menjawab dengan pengetahuan atau idenya sendiri. Keempat,  banyaknya siswa yang tidak mengerjakan tugas dengan baik. Kelima,  absenteeism (absen tanpa alasan yang jelas).

     Agar bisa meningkatkan kembali motivasi peserta didik guru terlebih dahulu harus mengetahui penyebab hilangnya motivasi, salah satunya yaitu komunikasi yang tidak terjalin dengan baik. Seringkali guru tidak menjelaskan tujuan yang ingin dicapai saat melakukan pembelajaran. Selain itu,  guru seringkali mengabaikan ide atau pendapat dari para siswa. Kedua hal tersebut menyebabkan siswa merasa tidak memiliki kepentingan dalam proses KBM Daring. 

     Agar motivasi peserta didik bisa terjaga, guru sebaiknya menjalin komunikasi dua arah,  bahkan multi arah. Sehingga antara siswa dengan guru mengetahui target keinginan yang akan dicapai dalam KBM Daring.  Dengan begitu tingkat keterlibatan kerja akan meningkat. 

     Tidak adanya penghargaan atas prestasi.  Guru sebaiknya memberikan penghargaan atas setiap pencapaian atau prestasi yang diperoleh siswa.  Bentuknya bisa beragam mulai dari dari ucapan selamat,  hingga pemberian bonus (Reward) entah itu berupa nilai maupun barang berharga. Dengan memberikan penghargaan peserta didik akan merasa hasil kerja kerasnya dihargai. Hal ini tentunya akan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dan mengerjakan tugas lebih baik lagi. 

     Model penghargaan guru terhadap siswa sebagaimana pada jenjang TK/RA yang bisa menjadi referensi meski tidak sama persis. Pada peserta didik jenjang Paud, TK, dan RA terlihat siswanya selalu begairah mengikuti pembelajaran dan mempunyai keberanian yang tinggi selalu menunjukkan hasil karya mereka, karena mereka berasumsi memperoleh penghargaan gurunya meski hanya berupa pujiam lisan, dan itu sudah lebih dari cukup bagi mereka. 

    Selanjutnya demotivation belajar akibat rasa jenuh. Rasa jenuh atau bahasa kerennya burnout bisa membuat siswa kehilangan motivasi. Tugas-tugas yang berlebihan justru membuat siswa kehilangan gairah belajarnya. Hal ini dapat terjadi karena tidak adanya keseimbangan antara penyampaian,  model pembelajan, dan tugas yang diberikan. 

     Pembelajan Daring tidaklah identik dengan tugas. Oleh karena itu,  guru harus mengurangi frekuensi tugas pada siswanya. Selain memberikan tugas guru harus pula mempunyai feedback (timbal balik)  berupa pembahasan soal atau tugas yang telah dikerjakan siswa. Karena mengingat banyak guru yang hanya memberi tugas tanpa membahas tugas tersebut di kemudian hari. Akibatnya banyak siswa yang bingung tentang kebenaran atau ketepatan pada jawaban mereka. 

     Jika mereka diberi pembahasan tentang soal yang telah dikerjakan, pastilah mereka tahu meteri apa saja yang belum paham dan materi yang telah dikuasai. Selain itu,  para siswa juga akan merasa bahwa tugas mereka tidak hanya dikumpulkan begitu saja, melainkan ada pembahasan mengenai hasil pekerjaannya. Akibatnya mereka tidak asal-asalan dalam menjawab soal atau mengerjakan tugas yang diberikan guru. 

     Satu hal lagi yang perlu dimengerti oleh guru, bahwa menyajikan menu pembelajaran sama seperti halnya menyajikan menu makanan. Guru adalah koki yang mampu meracik menu pembelajaran yang mengundang selera para siswanya untuk belajar. Koki  yang hanya mampu menyajikan menu-menu masakan yang itu-itu saja dan basi maka pelanggan pun tidak berselera, malas, bahkan menjauh. 

     Hal ini sama dengan menu pembelajaran yang diracik oleh guru. Para siswa akan kurang selera dalam KBM Daring, penyebab hal ini adalah menu pembelajaran yang tidak menarik, basi,  dan itu-itu saja. Oleh karena itu,  guru harus mampu menyajikan menu-menu pembelajaran yang up to date dan fun.

     Agar sesuai selera siswa,  guru dapat melakukan survei mengenai metode Daring yang siswa sukai melalui google form maupun voting di grup Daring siswa.  Sehingga mampu meningkatkan gairah belajar siswa. 

     Dengan mengetahui penyebab menurunnya motivasi belajar pada siswa,  guru seharusnya dapat mengatasinya. Sehingga semangat belajar siswa tinggi dan pada akhirnya prestasi akademiknya meningkat. 



Semoga Bermanfaat 

Terimakasih  😃


Share:

BELAJAR DARI CORONA

 

NOVELET

Bab I

Libur Corona

     Namaku Irul, aku adalah pelajar SMA yang bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri 2 di sekitar Wilayah Jakarta. Umurku bisa dibilang lebih tua daripada teman-temanku di kelas, padahal aku sendiri belum pernah tinggal kelas. Ahhh...  mungkin karena ibu menyekolahkanku dulu ketika Tk terlambat, pasalnya aku baru saja kelas 2 SMA umurku sudah 19 tahun berjalan. Jadi setiap melakukan perkenalan aku sedikit malu ke teman-teman, tapi tidak apa-apa lah meskipun aku lebih tua dibanding teman-teman, aku sendiri bisa dapat peringkat 5 di kelas, setidaknya aku merasa tidak tertinggal dari teman-teman dalam hal pelajaran.

     Sekolahku memang aneh, bukan aneh karena kualitas ataupun fasilitasnya tapi karena komposisi siswa, antara laki-laki dan perempuan pada setiap kelas pasti banyak perempuannya. Di sini kelasku adalah yang paling banyak siswa laki-lakinya yaitu sekitar 30% dari jumlah seluruh siswa di kelas. 

     Suatu ketika aku ada di kelas, aku dan dua temanku lainnya disibukkan dengan membicarakan tentang virus corona, jarang-jarang mereka membahas berita, biasanya mereka gosip mengenai artis atau ghibah teman sesekolahnya sendiri. Salah satu temanku bernama Wiwin bertanya tentang virus corona tersebut,

“ E... Katanya sekarang ini ada virus baru dan keren ya?“  tanya Wiwin.

“Iya namanya corona 19 dan denger-denger sudah masuk ke Indonesia? !” jawab sekaligus pertanyaan dari Ela dengan nada yang lantang.

     Ela adalah temanku yang suaranya paling nyaring apabila dia berteriak, julukan yang spesial dari dia adalah speker kelas. 

     Tiba-tiba seorang temanku yang bernama Epi menghampiri kami bertiga sekaligus menjelaskan tentang virus itu dengan gayanya yang sok tau.

“He bukan Corona 19 tapi Covid 19, Covid itu namanya dan 19 itu tahun lahirnya, sedangkan Corona itu nama virusnya” ucap Epi.

“Iya-iya pokoknya itu, tapi kenapa sekolah kita tidak diliburkan? “ pangkas Wiwin.

     Memang benar penjelasan Epi sama di Tv 9 (nama sebuah Chanel Tv)  dan katanya Indonesia sendiri sudah di serang virus corona, namun hanya beberapa orang saja. Tapi karena adanya virus ini Presiden mengeluarkan kebijakan WFH (Work from Home), sekolah,  bekerja, dan aktivitas lainnya dilaksanakan di rumah. Maka dari itu besar kemungkinan sekolah akan libur. Seorang temanku yang bernama Wiwin tak sabar lagi ingin menikmati liburan itu dan ingin refreshing dari jenuhnya sekolah.

     Obrolan kami terus berlanjut cukup lama, mereka saling lempar opini padahal belum tentu benar, mereka beropini tanpa mengambil referensi yang jelas. Tapi, ya ngak papa lahwong ini hanya sekedar obrolan.

     Anehnya si Wiwin yang terlihat agak kecewa karena dari tadi belum ada pengumuman ataupun singgungan dari pihak guru mengenai keputusan Presiden tentang pembelajaran dari rumah. 

Ih... Bagaimana sih kepala sekolah kita, wong sekolah lainnya udah pada libur kok sekolah kita belum ada wacana pun mengenai ini”   tanya Wiwin dengan perasaan yang tidak bersyukur.

lha.... Emangnya kamu ingin apa to ?, sekarang kan memang waktunya sekolah ujian kan masih lama, kalau sudah ujian baru kita mikir libur” jawabku. 

Gini lo Irul,  ketika kita libur kita bisa glowing, luluran, nyantai ke pantai tidak mikir soal yang harus dikerjakan ataupun PR” sahut Wiwin.

“ Betul sekali Win, kamu memang jos....  aku berdoa semoga libur  kali ini panjag sekali, biar aku puas, Aamiin ” Sahut Epi dan donya yang penuh harap.

     Memang teman-temanku itu agak aneh padahal sekolah itu bayar tapi kok mereka lebih suka libur. Tapi bukan tanpa alasan, mungkin karena jenuhnya mereka dengan pelajaran dan banyaknya tugas. Sehingga mereka merasa banyak beban hidup. 

     Tapi mereka salah memaknai keputusan Presiden tentang belajar di rumah adalah libur. Aku pun menjelaskan kepada mereka bahwa belajar di rumah itu tetap KBM tapi dengan metode yang lain seperti internet, intinya proses pembelajaran tidak boleh berpapasan secara langsung. Penjelasan ini saya dapatkan dari mendengar radio bintang Tenggara.

     Tiba-tiba ada bel sebuah pemberitahuan berbunyi dari speker yang ada di pojok atap kelas. 

“Tulilt-Tulittt.. ..”

     Semua sontak diam  dan kaget karena masih pukul 9 sudah berbunyi. Tapi itu bukan bel pemberitahuan tentang istirahat, bisanya kalau bel istirahat itu pukul 9.30. Ternyata bel itu adalah tentang prosesi pembelajaran yang menganggapi keputusan dari presiden tentang pembelajaran dari rumah.

     Semua kelas tiba-tiba tenang, mendengarkan pemberitahuan itu dan penuh harap akan adanya libur sekolah.  Ya. .. Memang betul itu adalah pengumuman yang diharapkan teman-teman yang disampaikan oleh P. H. Tashil yang waktu itu memang sebagai waka kesiswaan. Pada inti pemberitahuan ini, berisi bahwa mulai hari ini seluruh kelas melaksanakan kegiatan KBM melalui daring (dalam jaringan) dan sampai batas yang belum ditentukan. P. H Tashil juga mengingatkan untuk selalu jaga jarak,  pakai masker, dan cuci tangan dengan sabun.

     Para siswa senang bukan main termasuk aku, mereka kegirangan bak mendapat permata berlian, sampai si Wiwin jingkrak-jingkrak saking bahagianya. Ia lupa bahwa waktu itu ia memakai rok, ketika ia kegirangan naik ke atas kursi yang sudah agak lapuk. 

     Tanpa disadari ternyata roknya nyangkut, karena ia semangat berlebihan akhirnya ia kepleset dari kursi dan jatuh dengan rok yang robek.

“Waduh celanaku robek” ucap Wiwin dengan nada keceplosan.

     Karena satu kelas kegirangan jadinya hanya aku yang kedengaran. Sebenarnya aku tidak ingin melihat itu, tapi karena memang lagi kaget jadi pandanganku spontan menghadap ke dia.

     Epi sebenarnya juga melihatnya, karena agak jauh tempat duduknya, jadi ia hanya tertawa kecil dan menutupi bagian mulutnya. Aku yang kaget pun bingung dan hanya melongo. untung tidak sampai 3 detik aku ada ide, aku segera menutup mataku dan memberikan jasku yang ada di meja agar ia gunakan untuk menutup roknya, dengan hati yang malu aku mengeluhkan tanganku tapi dalam hatiku berkata berbuat baiklah pada seseorang. Maka dari itu aku ingin membantunya untuk menutupi kejadian kecil tapi kalau kelihatan malu juga.

     Tidak lama kemudian wali kelasku datang untuk menyampaikan ulang info dari waka kesiswaan, lalu dilanjutkan berdoa bersama dan pulang dengan tertib.



Bab II

Belajar, Bekerja di Rumah

     Memang mengasyikan pembelajaran dari rumah. Yap .... itung-itung mengurangi tugas, tidak pulang sore, dan pastinya hemat bensin. Di rumah bisa tiduran makan sesuka hati tanpa takut dimarahi cikgu.

     Namun ada rotan ada di duri, kayaknya durinya lebih banyak, saya pikir-pikir belajar di rumah memang tidak efektif banget. Pasalnya aku hanya lihat WA grup aja yang isinya guru mapel dan teman-teman sekelasku, aku hanya menunggu pemberitahuan dari guru yang erat sekali dengan penugasan, padahal kadang-kadang materi pembelajaran belum dijelaskan tapi tugas selalu ada.

     Sifat malas yang melekat di tubuh tak kunjung hilang setiap hari, kalau tidak ada tugas ya lihat youtube, media sosial dan lain-lain sampai ngantuk dan akhirnya ketiduran.  kadang-kadang juga ada tugas banyak aku sering lupa, waktu bangun aku pun langsung teringat tugasku yang hampir habis deadline pengumpulannya, kejadian ini sering terulang selama pembelajaran daring. Aku pun kadang kadang tidak sempat mengerjakan mandiri langkahku mengambil jalan ninja, yaitu copas jawaban dari teman. Sebenarnya aku takut cara ini tapi karena kondisi yang sulit ya.... daripada tidak mengumpulkan sama sekali.

     Setiap hari kok sama saja seperti ini hingga suatu ketika ibuku datang dan menanyakan aku yang di kamar.

“Irul kamu kok tidur aja katanya pembelajan Daring” pertanyaan dari ibu.

“ I... iya bu, lha... wong tidak ada tugas” jawabku singkat.

“ Berarti libur kan ?...  ya kalau libur jangan tidur aja, kayak orang malas, bantu pamanmu di sawah besok!”

“Iya” dengan perasaan yang berat hati saya menyetujui suruhan ibu. 

     Aku disuruh Ibu membantu paman mencangkul di sawah keesokan harinya. 

     Keesokan Harinya, pagi-pagi aku berangkat bersama paman jalan kaki menuju sawah dengan membawa cangkul di pundakku, belum saja sampai ke sawah kakiku sudah agak lelah mungkin karena jauhnya antara rumah dan sawah dan mungkin karena saya tidak pernah olahraga.

     Sesampainya di sawah pamanku langsung mengajariku bagaimana cara mencangkul yang benar, aku pun memperhatikan dengan baik dan dalam hati berkata “Halah cuma begitu saja kecil”. lalu setelah diberi tahu caranya, aku pun langsung disuruh mencoba untuk mencangkul oleh paman.

     Awalnya memang mudah namun setelah 9 sampai 10 cangkulan badan rasanya pegal-pegal aku tidak tahan rasanya ditambah lagi aku harus selalu bungkuk (posisi orang mencangkul), tapi tetap aku tahan rasa pegal ini, karena aku malu masak segini saja langsung KO dan Aku kan anak laki-laki yang notabenya katanya harus kuat, aku pun melanjutkan mencangkul.

     Baru saja 20 sampai 21 cangkulan tanganku mulai bergetar, punggungku pegal, dan cangkulanku kekuatannya melemah, sambil sesekali memutar badanku kesana-kemari dengan raut muka seperti orang lelah.

Loh kenapa le kok mringis-mringis wajahnya?” Tanya pamanku.

Ndak papa kok pak lek, tapi rasanya pegal sekali,  rasanya punggung ini seperti mau patah aja...” jawabku dengan perasaan agak mengeluh.

“Oh ya. .. istirahat dulu, jangan dipaksakan namanya juga masih belajar” kata Pamanku.

     aku pun berhenti sejenak untuk beristirahat lalu setelah dirasa hilang pegalnya meskipun tidak sepenuhnya, aku langsung melanjutkan pekerjaanku. Semakin lama semakin panas pula, cuaca hari ini sangat panas, kulitku yang sudah hitam ini kayaknya akan semakin hitam gara-gara matahari. 

     Tepat matahari berada di atas kepala dan terdengar suara qiroah dari masjid di sekitar sawah, itu tandanya sudah akan mulai istirahat. Pamanku mengajakku pulang ke rumah dengan jalan kaki juga. 

     Sesampainya di rumah aku makan siang lalu dilanjutkan mandi, setelah itu aku pun jamaah di masjid sekitar rumah.  Setelah selesai sholat di masjid aku pun langsung membuka WA grup Daring,  ternyata sekarang ada tugas yaitu mapel bahasa Indonesia. Tanpa berpikir lama aku pun langsung mengambil jurus ninja yaitu copas jawaban teman, lalu aku pun tidur karena badan ini rasanya pegal sekali hari pertama di sawah. 

     Kejadian ini terus berulang, aku mencangkul di sawah beberapa hari karena sawah pamanku cukup luas. Memang benar kata motivator “Bisa karena Biasa”. Awalnya aku memang kelelahan, namun hari-hari berikutnya aku merasa biasa saja,  ya...  lelah tapi tidak seperti hari pertama. Setelah pulang dari sawah aku pun tidak lupa untuk mengerjakan tugas dari guruku, ya...  Meskipun copas pekerjaan teman.

     Hingga pada Hari keempat saya di Wa pribadi oleh Bu Setya pengajar mapel Bahasa Indonesia, saya di beri peringatan atas tugas yang diberikan hari kemarin. Kesalahannya karena aku melakukan plagiasi pekerjaan temanku mengenai tugas novelet dari Bu Setya. Bu Setya memang guru paling keren dan sangat teliti bahkan beliau tahu kalau seumpama karya dari siswa itu plagiasi separuh maupun seluruh karnyanya beliau tahu persis, layaknya sebuah aplikasi turnitin. Beliau adalah salah satu guru favoritku karena hanya Bu Setya yang pernah mengirim atau menyurvei anak didiknya dengan mengirim google from yang isinya pertanyaan tentang hambatan, metode yang sesuai, dan tugas. Ini membuktikan guru yang selalu mengerti dan memahami keadaan siswanya, tidak seperti guru lain yang hanya memberi tugas tanpa mengetahui keadaan siswanya.

     Tak lama Hpku berdering, ternyata Bu Setya yang menelefon, aku pun langsung mengangkat telefonku ini. 

“Assalamualaikum, le Irul..? “ 

“ Waalaikumussalam warahmatullah, iya Bu’ dengan saya Irul”

“ Kamu kemarin nyonto pekerjaan temannu ya...?” tanya Bu Setya penuh curiga. 

     Hatiku langsung berdebar takut dimarahi guru favorit, aku pun menjawab dengan seadanya, beliau juga menyangka alasanku kenapa tidak mengerjakan tugas, aku pun menjawab membatu orang tua. Lalu Aku diberi tahu dan arahan tentang kegiatan copasku. 

“Irul. ... kalau ingin jadi berkah pekerjaan atau tugas sekolah kalau bisa itu jangan nyonto,  apalagi cuman tinggal ganti nama saja, kamu itu sebenarnya anak pintar maka kembangkan akalmu dan jangan menodai dengan caramu copas pekerjaan temanmu!“ ucap beliau yang halus dan penuh  harap.

“Iya Bu’, maafkan saya tapi...  Sekarang ini saya masih membantu orang tua saya di sawah ya Bu’. Terkadang juga guru-guru ada yang memberi tugas kadang pula tidak,  jadi daripada saya diam di rumah dan hanya tiduran saja lebih baik saya membantu sedikit demi sedikit paman dengan mencangkul di sawah. Lalu setelah itu saya lelah sedangkan tugas harus dikumpulkan secepat mungkin jadi ya saya nyonto saja agar efesien “ jawabku.

“ Iya...  Saya tahu kamu membantu orang tua di sawah,  namun kamu sebagai pelajar juga tidak boleh meninggalkan tugas ya....,  tapi kan kamu Dzuhur sudah pulang, jadi saran Ibu tolong jangan lupa dengan tugas ataupun nyonto di temanmu, Ibu peduli denganmu Irul.  Kamu kan masih bisa jam 1-3 siang mengerjakan tugas. Masalah tidurmu itu kamu pending saja, atau mungkin jika kamu lelah sekali kamu bisa mengumpulkan tugas pada malam hari, saya terima kok asalkan ada alasan yang jelas, aku yakin kamu bisa Rul, jadilah dirimu sendiri” kata Bu Setya.

     Sebenarnya aku masih ada waktu namun hari-hari sebelumnya memang aku sangat malas dan lebih memilih nyonto tugas lalu tidur daripada mengerjakan sendiri yang butuh mikir. Tapi setelah ada dorongan dari guru favoritku aku pun tergugah untuk tidak nyonto apabila ada tugas. 

     Lalu aku mengiyakan nasihat dari Bu Setya dan ingin merubah sedikit demi sedikit cara belajarku.  Aku yakin Bisa karena Biasa,  aku pun mulai saat itu tidak menyontek pekerjaan teman, dan lama-lama akhirnya aku terbisa tidak menyontek pekerjaan teman. 

     Aku pula pernah mengadu kepada ibu mengenai kegiatan di sawah, yang menurutku tidak sesuai dengan angan-anganku,  

“Bu, kenapa sih aku disuruh ke sawah sedangkan aku sendiri masih sekolah,  seharusnya kan belajar bukan malah ke sawah” pernyataanku pada ibu.

Gini lho Le....  kamu kan biasanya kalau belajar di rumah suka tidur-tiduran, malas-malasan di kasur dan hanya megang hp yang belum tentu pada waktu itu kamu mengerjakan tugas,  biasanya kamu kan main medsos aja, jangan jadikan musim Covid 19 ini sebagai pendukung rasa malasmu le... Ibu hanya ingin kamu itu mempunyai kepribadian yang rajin” jawab ibu.

“ Tapi kan seharusnya paling penting kan belajar Bu! “ jawabku yang sebetulnya hanya rasa kesal pada Ibu.

Enggih lee.  Ibu tahu...  Belajar kan tidak harus dengan media sekolah atau pembelajaran oleh sekolah,  kamu di sawah kan juga belajar untuk merawat tanaman, memanen, serta pemupukan le...  Itu kan termasuk pengetahuan juga kan?,  satu lagi jika kamu ke sawah kamu akan banyak gerak, jadi anggaplah itu sebagai media olahragamu kamu kan jarang bahkan tidak pernah sama sekali olahraga jika ada di rumah? Ucap Ibu.

“Ooo. ..iya Bu’, Njenengan benar, dan maafkan Irul sudah berpikiran aneh kepada Ibu” Jawabku.

Iya le gak papa namanya juga tidak tahu. Dan ingat pesan Ibu le.... Jadikanlah masa sulit seperti pandemi ini sebagai alasan untuk kamu menjadi orang yang lebih baik, jangan banyak mengeluh jika kita melakukan sesuatu, entah itu tugas sekolah yang banyak ataupun membantu pamanmu di sawah, kamu harus banyak bersyukur dan mengerjakan sesuatu sesuai aturannya,  yaudah semangat le....! “ 

“ Iya Bu’, terima kasih banyak...  telah menyemangatiku,  dan semoga aku menjadi orang yang lebih baik” jawab sekaligus doa yang aku harapkan.

     Lalu ibuku mengaminkan do’a ku dan meninggalkan aku yang ada di kamar.  Ibuku memang penyemangatku di setiap hari hariku, pasti beliau memberikan wejangan-wejangan yang intinya aku harus bisa menjadi orang yang berpikiran positif dan tidak gampang mengeluh. Hari-hari berikutnya aku selalu memegang teguh pernyataan ini. 



Bab III

Ujian Daring

     Selama kurang lebih enam bulan virus Corona tak kunjung hilang juga, dan esok hari Senin sudah jadwalnya ujianku untuk kenaikan kelas. Aku harus fokus pada ujian kali ini,  maka aku tidak lagi ikut kegiatan ke sawah. 

     Pada ujian kali ini sekolah juga mengadakan dengan Daring (dalam jaringan). Ujian ini akan dilaksanakan serentak satu sekolahan dan dibagi beberapa sesi per kelas dan angkatan, takutnya jika diseragamkan pada jam yang sama satu sekolah, nanti servernya down

     Masalah selanjutnya yang datang yaitu ujianku di hari yang sama dengan adikku yang sekarang masih sekolah kelas lima SD, yang mempunyai Hp android hanya aku saja di keluargaku.  Hpku pula masih 3G dan dengan ram hanya 1 Gb jadi aku ketar ketir bisa joinan Hp dengan adik. 

     Aku pun mencari pinjaman di saudara dan tetanggaku, tapi sialya Hp mereka juga digunakan semua. Jadi alhasil saya tidak mendapatkan Hp pinjaman dan terpaksa aku harus gantian Hp dengan adik. Sesekali saya ingin mengeluh tentang ini, tapi aku masih ingat pesan dari Ibu untuk selalu berpikir positif dan tidak gampang mengeluh. 

     Ternyata, Alhamdulillah jadwalku tidak berbarengan dengan adik meskipun di hari yang sama, adikku pada jam 9--12. Aku pada jam 12-14 jadi masih bisa untuk gantian memakai Hp dengan adik.

     Keesokan harinya sudah waktunya ujian, Hpku digunakan oleh adik dahulu. Lalu aku mengajarkan bagaimana cara mengoperasikan Hp karena memang dia tidak pernah memegang Hp sama sekali. Sebelumnya ketika pelajaran daring biasa, dia tahunya soal dan penugasan melalui Hpku ini yang telah dimaksukan di Grup WA nya adikku. 

     Setelah adikku selesai barulah saat ini giliranku. Ujian di rumah tidak sama di sekolah, di rumahku saat ini juga ada pengrusuh yaitu adikku yang kedua, sekarang masih umur 4 tahun, kadang-kadang Ia mengajak main, atau tiba-tiba mukul-mukul, ambil kertas pelajaranku dibawa kesana-kemari, dan lain-lain. Kadang juga membuatku agak kesal ingin memarahinya tapi bagaimana lagi, dia kan masih kecil tak sampai hati aku memarahinya. Aku tetap harus berpikir positif dan aku usahakan untuk tidak mengeluh. 

     Proses gantian Hp ini berlangsung selama ujian hingga akhir ujian, kadang kala aku juga kehabisan baterai karena Hp ini agak ngedrop , jadi mau tidak mau harus ujian sambil charger juga. 

     Ujian di waktu korona ini menggugah hati untuk melakukan plagiasi di google karena pasalnya guru tidak tahu apakah pekerjaan yang saumpama kita kerjakan itu dari hasil plagiasi atau bukan. Tapi kala itu aku langsung ingat perkataan Bu Setya untuk menjadi diri sendiri agar menjadi berkah. Aku pun mengurungkan niatku untuk googling dengan dalih ingin mencari keberkahan nilai. 

     Alhasil ketika pengumuman kenaikan kelas dan pembagin raport, tidak nyangka aku juara 1 di kelas mengalahkan Amin si Bintang kelas, aku pun tidak nyangka apa sebetulnya yang dihitung nilai ujian atau tugas,  pasalnya aku sendiri tidak terlalu pintar-pintar amat. Mungkin yang dihitung adalah nilai tugas keseharian. Kalau itu benar, aku adalah orang yang paling lengkap tugasnya dan paling original menurutku. Soalnya aku lihat kemarin-kemarin itu, seperti Amin yang pada sebelumnya dia bintang kelas, tapi karena mungkin dia agak males dalam mengerjakan tugas, maka aku pun dapat mengalahkan nilainya. Aku pun bersyukur dalam hal ini. Dan apakah ini yang dinamakan berkah?. 

     Tak lama kemudian ketika aku selesai melihat nilai raport aku dipanggil oleh pamanku, aku pun langsung mendatanginya dan ternyata aku diberi uang sebesar Rp 500.000 ribu yag katanya upah mencangkul beberapa hari kemarin, awalnya aku menolak di kasih uang sebanyak itu padahal aku hanya membantu sekitar sepuluh hari. Namun karena beliau memaksaku dan aku pun sebenarnya butuh uang,  lalu kuterima uang dari pamanku tadi dengan perasaan yang sangat bahagia. 

     Aku sangat bersyukur sekali mendapatkan juara kelas serta upah dari pamanku. Uang yang tadi aku terima dari paman bisa sedikit membantu untuk biaya sekolah yang sudah menunggak 3 bulan belum aku bayar.  Inilah bukti bahwa usaha tidak akan menghianati hasil. Menurutku yang paling penting dalam hidup ini adalah berusaha menjadi lebih baik, tidak mengeluh, dan selalu berpikir positif walaupun dalam situasi sulit seperti pandemi virus corona sekarang ini. Orang yang selalu berpikir positif akan banyak kesempatan di dalam kesempitan, tapi orang yang negatif akan selalu bingung (sulit memilih) di dalam suatu kesempatan.



Terimakasih  😀

Semoga Berkah


Share:

Peningkatan Kualitas Remaja Melalui Remas

OPINI

Sumber : Penulis 
Foto Anggota Remas At Ta'awun dengan BAZNAS Kecamatan Genteng


    Remaja adalah pemegang estafet bangsa itu yang terus diucapkan oleh seorang motivator,  guru, dan pemerintah. Namun nyatanya jika disuruh berfikir sejenak mengenai kebiasaan remaja pada zaman sekarang ini apa yang terlintas di otak kita?,  pasti sebagian besar akan berfikir bahwa remaja pada zaman modern ini sangat mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan karena banyak pemuda atau remaja saat ini terpengaruh dari adanya perkembangan teknologi.

     Pengertian remaja sendiri yaitu masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, dimama  seorang anak sedang berada dalam pencarian jati dirinya serta tahap mengenal siapa dirinya sebenarnya, dikatakan remaja apabila usianya mulai dari 12 sampai 18 tahun. Pada masa ini seorang remaja sangat mudah sekali terpengaruh oleh orang lain apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini banyak remaja yang meniru gaya orang barat atau istilah kerennya Weternisasi, akibatnya mereka hanya mementingkan kesenangan dunia saja dan lebih condong ke pergaulan bebas padahal perilaku tersebut sangat tidak sesuai pada jati diri bangsa indonesia.

     Seiring berjalannya waktu pergaulan remaja saat ini sangat menghawatirkan, kemajuan teknolgi adalah salah satu faktor besar dalam rendahnya kualitas remaja, karena saat ini baik media online maupun offline menampilkan suatu yang berbau pornografi. Faktor lain adalah karena pengaruh teman sebaya yang mengajak untuk melakukan perilaku menyimpang seperti narkoba,  seks bebas,  tawuran, dan lain lain. 

     Maka dari itu yang perlu di perhatikan dalam peningkatan kualitas diri seorang remaja adalah menciptakan lingkungan yang baik dan berfaedah.  Lalu bagaimana caranya?,  salah satu cara ampuh dalam mengatasi hal tersebut adalah mengikutkan para remaja dalam kegiatan Masjid atau biasa kita sebut 'Remas'. Remas adalah sebuah organisasi para remaja yang kegiatannya berkaitan dengan masjid. Mengapa harus masjid?,  karena pada awalnya masjid merupakan suatu tempat pusat segala kegiatan, tempat dimana lahir kebudayaan dan muamalat, dalam sejarahnya kejayaan islam tidak bisa dilepaskan dari proses pendidikan islam yang dilakukan di masjid. Pada masa perkembangan islam masjid sebagai ajang halaqah atau diskusi,  tempat mengaji, dan memperdalam ilmu agama maupun ilmu umum. 

     Oleh karena itu, melalui organisasi remas mampu menjadi wadah peningkatan kualitas bagi para remaja, dimana seperti yang kita lihat pada zaman sekarang ini banyak pergaulan remaja yang sangat memperhatinkan sehingga layak diberi bimbingan serta arahan. 

     Organisasi Remas juga dapat meningkatkan kecerdasan spritual qountient (SQ). Spritual qountient adalah kemampuan seorang untuk berhubungan dengan Tuhan serta memberikan makna keberadaan dirinya. Menurut Stephan R Covey kecerdasan spiritual adalah pusat paling mendasar diantara kecerdasan yang lain karena menjadi sumber bimbingan bagi kecerdasan lainnya. 

     Namun banyak sekali masyarakat menganggap bahwa remas kegiatannya hanya berupa bersih-bersih dan azan di masjid,  yang akhirnya membuat para orang tua berfikir untuk tidak mendorong anak remajanya untuk mengikuti remas.  Padahal kegiatan remas sangatlah banyak mulai dari ibadah, pendidikan, hubungan masyarakat, dakwah,  perayaan hari besar dan lain lain. 

     Dari segi pendidikan, para anggota remas bisa mengikuti acara kajian kitab,  banyak di desa-desa para kiyai menkaji kitab yang audienya para remas. Kitab yang biasa dikaji adalah kitab fiqih dan ahlak, selain itu bukan hanya mengkaji kitab para anggota remas juga diajarkan mengenai praktik fikihnya secara riil seperti cara mengurus jenazah, wudhlu, cara menghilangkan najis dan lain-lain. 

     Dalam proker (program kerja)  remas juga terdapat kegiatan bersih-bersih masjid entah itu mingguan atau tahunan,  bisanya membersihkan masjid setiap hari jumat dan menata keperluan masjid apabila ada kegiatan seperti sholat jumat dan kegiatan lain yang sekiranya dihadiri orang banyak.  Kegiatan bersih-bersih menandakan seorang remaja yang peduli terhadap lingkungan, apalagi di masjid yang merupakan tempat orang jamaah dan ibadah, sungguh sangat bermanfaat dan InsyaAllah pahalanya besar. 

    Kreatifitas dari seorang remaja juga akan di asah melalui remas, contohnya ketika masjid memperingati hari besar seperti rajaban dan maulidan. Biasanya para remaja disuruh mendesain benner sebuah acara,  mendekor ruang acara, dan sebagai panitia penyelenggara. Ada pula kegitan mingguan yang membuat para remaja mempunyai skill contohnya adalah sholawatan yang biasanya menggunakan alat musik hadrah,  memainkan hadrah akan melatih kekompakan dan kreatifitas remaja mulai dari menyusun lagu sampai variasi memainkan alat hadrahnya. 

    Ciri khas dari remas mengenai ibadahnya, contohnya yaitu sholat pasti anggota remas lebih sering jamaah daripada remaja lain karena remas didik untuk selalu dekat dengan masjid,  tidak hanya sholat saja kegiatan lain seperti tahlilan, dzikiran, Istighosah juga diikuti oleh anggota remas. 

     Karena remas adalah sebuah organisasi bukan tidak mungkin untuk melatih jiwa kepemimpinan melalui organisasi ini. Kegiatannya berupa pelatihan dari pembina remas tentang bagimana cara menyusun program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat dan juga diajarkan menghadapi masyarakat seperti latihan dakwah, menjadi pembawa acara dan menjadi bilal, bisanya kegiatan ini melalui latian atau nama lainnya adalah khitobah.

     Kegiatan sosial yang dilakukan para remas contohnya ketika acara Zakat biasanya remas ditugasi sebagai amil untuk mengambil dan mebagikan zakat. Selain itu, ketika hari raya qurban remas juga menjadi panitia penyelengaranya. 

     Remas tidak hanya berkembang di masyarakat saja,  bisa saja melalui lembaga formal seperti sekolah atau madrasah yang notaben dari sekolah tersebut berbasis agama islam dan mempunyai masjid atau mushola, sehingga di sini remas berstatus sebagai organisasi extra sekolah.  Contoh riil dari remas yang ada di sokalah adalah Remas At Ta’awun yang berada di MAN 2 Banyuwangi, selain aktif di masjid melaui kegiatan seperti kultum, rutinan sholawat,  kajian kitab, dan acara hari besar islam,  Remas At Ta’awun juga mengadakan bakti sosial terhadap masyarakat di sekitarnya melalui kegiatan hibah al qur'an dan pernah pula digandeng oleh Baznas Genteng dalam hal penggalangan dana. Ini membuktikan bahwa remas juga bisa dibentuk dan dikembangkan melalui sekolah sekolah. 

     Disimpulkan bahwa organisasi remas dapat meningkatkan kualitas remaja pada zaman sekarang ini dan menjadi wadah kegitan positif remaja, oleh karena itu perlunya dorongan bagi remaja untuk mengikuti organisasi remas dari orang tuanya. Apabila di masyarakat belum terbentuk maka perlunya anggota Takmir membimbing para remajanya untuk membentuk organisasi remas. Selain itu, jika di sekolah juga belum dibentuk maka perlunya perhatian oleh para guru dalam hal ini. 

Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Recent Posts

Pengikut