A. Pengertian Kebutuhan
Kebutuhan meupakan peristilahan yang berasal dari Bahasa
Inggris need yang dianggap sebagai upaya dalam bentuk motif
ekonomi dalam setiap orang dalam mencukupi segenap keinginan yang dianggap
mampu memberikan dorongan untuk melangsungkan kehidupan.
Adapun definisi kebutuhan menurut para ahli,
antara lain antara lain;
- Abraham Maslow, Pengertian kebutuhan adalah
tingkah laku setiap individu yang berdasarkan pada prinsip keinginan serta
terorganisir antara satu dengan yang lainnya. Pengaruh ini saling
melengkapi satu sama lain, sehingga ada tingkatan yang lebih dominan.
- McClelland, Definisi kebutuhan adalah
sebuah simbol keterkaiatan hidup manusia dengan ketenaran dengan
lingkungan sekitar, sehingga keadaan ini memiliki nilai kepuasaan apabila
terpenuhi secara baik, akan tetapi jika tidak terpenuhi rasa
kekuarangpuasaan menjadi salah satu ungkapan yang ada di dalam hidupnya.
B. Jenis-Jenis Kebutuhan
a. Menurut Intensitasnya
Pengelompokan menurut
intensitasnya didasarkan atas kepentingan mendesak tidaknya suatu kebutuhan. Terdiri
dari:
1. Kebutuhan Primer
Yaitu kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi
untuk bertahan hidup (kebutuhan pokok). Contohnya sandang, pangan, dan papan.
2. Kebutuhan Sekunder
Yaitu kebutuhan yang akan timbul bersamaan
dengan adanya perkembangan dan meningkatnya tingkatan peradapan manusia. Contohnya
televisi, sepatu, tas, dan peralatan rumah tangga.
3. Kebutuhan Tersier
Yaitu kebutuhan yang bersifat kesenangan
(mewah) dan dapat meningkatkan status sosial seseorang. Contohnya mobil mewah,
kapal pesiar, vila.
b. Menurut Sifat
Didasarkan atas dampak
atau pengaruh yang ditimbulkan terhadap jasmani atau rohani.
1. Kebutuhan Jasmani
Yaitu kebutuhan yang berhubungan dengan
keadaan jasmani atau fisik seseorang. Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan
manusia karena tuntunannya sebagai mahluk hidup.
2. Kebutuhan Rohani
Yaitu kebutuhan yang dipenuhi dengan sesuatu
yang bersifat abstrak (tidak nyata) atau juga bisa disebut kebutuhan spiritual
(kejiwaan). Jika kebutuhan ini terpenuhi, maka akan dirasakan adanya kepuasan
batin. Contohnya agama, perhatian, mendengarkan wejangan, dan Pendidikan.
c. Menurut Waktu
Didasarkan menurut
waktu pemenuhannya
1. Kebutuhan Sekarang
Yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini juga.
Contohnya makan di saat lapar, obat-obatan pada saat sakit.
2. Kebutuhan Masa depan
Yaitu kebutuhan yang pemenuhannya dapat
ditunda dalam jangka waktu yang akan datang. Contohnya asuransi hari tua,
menabung, pensiunan.
d. Menurut Subjek
Dibedakan menurut
pihak-pihak yang membutuhkan.
1. Kebutuhan Individu
Yaitu kebutuhan yang diperlukan oleh diri sendiri
(individu). Kebutuhan ini berbeda-beda tergantung pada individu yang
bersangkutan. Contohnya makan resep dokter pakaian.
2. Kebutuhan Kelompok (kolektif)
Yaitu kebutuhan yang diperlukan oleh orang
banyak atau kepentingan umum. Contoh pasar, jalan raya, rumah sakit, sekolah.
e. Menurut Wujud
1. Kebutuhan Material
Yaitu kebutuhan kepada hal-hal yang bersifat
kebendaan yang dapat dilihat dan diraba. Contohnya buku, sepeda, kursi,
makanan.
2. Kebutuhan Jasa (psikologis)
Yaitu kebutuhan yang tidak dapat diraba dan
tidak dapat dilihat oleh kasat mata. Contohnya rekreasi, berdoa, berteman, jasa
pengacara.
C. Faktor yang Memengaruhi Pemenuhan Kebutuhan
a. Keadaan
Alam (Tempat)
Keadaan alam mengakibatkan perbedaan
dalam memenuhi kebutuhan manusia. Orang yang tinggal di daerah kutub ,
membutuhkan pakaian yang tebal untuk menahan hawa dingin. Lain halnya dengan
kita yang tinggal di daerah tropis, cukup memakai pakaian yang tipis. Oleh
karena itu tampak disini bahwa keadaan alam dapat mendorong manusia untuk
menginginkan barang-barang yang sesuai dengan kondisi alam ditempat yang
bersangkutan.
b. Agama
dan Kepercayaan
Ajaran agama yang berbeda dapat
mengakibatkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya , penganut agama Islam dilarang memakan
babi , sedangkan penganut agama Hindu dilarang makan sapi.
c. Adat Istiadat
Adat atau tradisi yang berlaku di
masyarakat sangat mempengaruhi kebutuhan hidup masyarakat. Alasanya, suatu adat
atau tradisi akan mempengaruhi baik perilaku maupun tujuan hidup masyarakat
setempat. Akibatnya, tradisi yang berbeda akan menimbulkan kebutuhan yang
berbeda pula. Misalnya upacara perkawinan. Pelaksanaan upacara antar daerah
akan berbeda- beda.
d.
Tingkat Peradaban
Makin tinggi peradaban suatu
masyarakat makin banyak kebutuhan dan makin banyak kebutuhan dan makin tinggi
pula kualitas atau mutu barang yang dibutuhkan. Pada zaman purba, kebutuhan
manusia sangat sedikit. Namun seiring berkembangnya
peradaban, kebutuhan manusia semakin banyak. Manusia akan berusaha untuk
memnuhi kebutuhannnya agar mencapai kemakmuran. Dahulu manusia tidak memerlukan
sepeda motor, namun sekarang sepeda motor menjadi kebutuhan yang sangat
penting. Karena dapat mengefisiensikanwaktu sampai tempat tujuan. Selain itu
cita rasa kebutuhan manusia modern juga semakin meningkat. Manusia menuntut
kualitas tinggi dari barang- barang atau jasa yang dibutuhkan. Dengan demikian,
membuktikan bahwa perkembangan peradaban akan menyebabkan kebutuhan akan
bekembang dan beragam
2. ALAT PEMUAS KEBUTUHAN
A. Pengertian Alat Pemuas Kebutuhan
Alat
pemuas kebutuhan manusia dapat berupa barang atau benda maupun jasa
a. Barang
adalah
alat pemuas kebutuhan yang berwujud, dapat
dilihat dan di raba oleh indera kita. Contoh : buku pelajaran, tas
sekolah, baju, sepatu, perumahan, dan kendaraan. Ciri ciri barang
:berwujud, memiliki nilai guna.
b. Jasa
adalah
alat pemuas kebutuhan yang tidak berwujud (abstrak),
tapi dapat dirasakan manfaatnya sebagai
alat pemuas kebutuhan. Contoh : jasa guru, jasa
pengacara, jasa hakim, jasa dokter, jasa perawat, jasa tukang becak, jasa
tukang ojek, dan jasa taksi. Ciri-ciri jasa : tidak berwujud, berubah-ubah tergantung
lingkungan, tidak dapat dipisahkan, tidak dapat dipindahkan.
B. Jenis- jenis Alat pemuas Kebutuhan
a. Jenis
Barang Menurut Cara Memperoleh
1.
Barang
Bebas
Adalah
barang yang tersedia dalam jumlah yang banyak. Untuk memperoleh tidak perlu
pengorbanan, karena sudah tersedia di alam. Contohnya udara yang kita hirup
setiap hari.
2.
Barang
Ekonomi
Adalah
barang yang untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan berupa uang. Misalnya,
untuk memperoleh buku harus membeli kesanggupan kita mengeluarkan uang adalah pengobanan.
b. Barang
Menurut Cara Pemakaian
1.
Barang
Komplementer
Adalah
barang pemuas kebutuhan yang akan
bermanfaat jika di gunakan bersama-sama dengan
barang lain. Contoh: sepeda motor dan mobil tidak bisa jalan jika tidak
ada bahan bakarnya.
2. Barang Substitusi
Adalah
barang pemuas kebutuhan yang pemakaiannya dapat menggantikan barang lain atau
saling menggantikan. Misalnya, jika sabun cuci harganya mahal, dapat diganti sabun cuci krim.
c. Menurut
Cara Pengerjaannya
1.
Barang
Mentah
Adalah barang yang
belum mengalami proses produksi. Contohnya: batu bara, timah, kapas, tebu, teh
dan yang lainnya.
2.
Barang
Setengah Jadi
Adalah barang hasil pengolahan bahan mentah tetapi belum merupakan
produk akhir dan masih akan di
olah lagi. Contohnya: benang yang akan dijadikan kain, kain yang akan di
jadikan baju.
3. Barang Jadi
Adalah
barang yang siap pakai atau digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Contohnya baju dan sepatu.
d. Menurut Bentuknya
1.
Barang
Tetap
Adalah
barang yang secara wujud fisik tetap bentuknya dan tidak bergerak atau
berpindah tempat. Bisa digunakan sebagai jaminan
kredit jangka panjang
di bank.
Barang
Bergerak atau
Tidak Tetap
Adalah
barang yang secara wujud fisik tetap
bentuknya tetapi dapat berpindah tempat. Bisa di gunakan sebagai jaminan pendek
di bank atau pegadaian. Contoh: sepeda motor,
perhiasan.
e. Menurut Fungsinya
1.
Barang Konsumsi ,
Adalah barang yang dapat
memenuhi kebetuhan manusia. Contoh: Sepatu, baju,televisi,
dll.
2.
Barang Produksi/Modal ,
Adalah barang yang tidak
langsung memenuhi kebetuhan manusia. Contoh: Mesin produksi,gedung/bangunan,dll.
C. Kegunaan
Benda Sebagai Alat Pemuas Kebutuhan
a.
Kegunaan Dasar (Element Utility)
Barang berguna karena mengandung
suatu zat. Misalnya, beras sebagai bahan baku membuat nasi.
b. Kegunaan
Waktu (Time Utility)
Barang
memiliki kegunaan karena di pakai pada saat yang tepat. Misalnya, payung akan
berguna jika dipakai pada musim penghujan.
c. Kegunaan
Tempat (Place Utility)
Barang berguna karena berubah
tempat. Misalnya, padi di sawah akan berguna jika telah berada di tempat
penggilingan.
d. Kegunaan
Bentuk (Form Utility)
Barang akan memiliki kegunaan jika
telah berubah bentuk. Misalnya, kayu gelendongan akan lebih berguna jika telah
berubah menjadi meja, kursi, lemari, dan lainnya.
e. Kegunaan
Hak Milik (Ownership Utility)
Barang akan berguna karena telah berpindah atau berubah dalam kepemilikannya. Misalnya, buku yang ada di toko buku akan berguna jika telah di beli dan dimiiki oleh pelajar.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar