Peningkatan Kualitas Remaja Melalui Remas

OPINI

Sumber : Penulis 
Foto Anggota Remas At Ta'awun dengan BAZNAS Kecamatan Genteng


    Remaja adalah pemegang estafet bangsa itu yang terus diucapkan oleh seorang motivator,  guru, dan pemerintah. Namun nyatanya jika disuruh berfikir sejenak mengenai kebiasaan remaja pada zaman sekarang ini apa yang terlintas di otak kita?,  pasti sebagian besar akan berfikir bahwa remaja pada zaman modern ini sangat mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan karena banyak pemuda atau remaja saat ini terpengaruh dari adanya perkembangan teknologi.

     Pengertian remaja sendiri yaitu masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, dimama  seorang anak sedang berada dalam pencarian jati dirinya serta tahap mengenal siapa dirinya sebenarnya, dikatakan remaja apabila usianya mulai dari 12 sampai 18 tahun. Pada masa ini seorang remaja sangat mudah sekali terpengaruh oleh orang lain apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini banyak remaja yang meniru gaya orang barat atau istilah kerennya Weternisasi, akibatnya mereka hanya mementingkan kesenangan dunia saja dan lebih condong ke pergaulan bebas padahal perilaku tersebut sangat tidak sesuai pada jati diri bangsa indonesia.

     Seiring berjalannya waktu pergaulan remaja saat ini sangat menghawatirkan, kemajuan teknolgi adalah salah satu faktor besar dalam rendahnya kualitas remaja, karena saat ini baik media online maupun offline menampilkan suatu yang berbau pornografi. Faktor lain adalah karena pengaruh teman sebaya yang mengajak untuk melakukan perilaku menyimpang seperti narkoba,  seks bebas,  tawuran, dan lain lain. 

     Maka dari itu yang perlu di perhatikan dalam peningkatan kualitas diri seorang remaja adalah menciptakan lingkungan yang baik dan berfaedah.  Lalu bagaimana caranya?,  salah satu cara ampuh dalam mengatasi hal tersebut adalah mengikutkan para remaja dalam kegiatan Masjid atau biasa kita sebut 'Remas'. Remas adalah sebuah organisasi para remaja yang kegiatannya berkaitan dengan masjid. Mengapa harus masjid?,  karena pada awalnya masjid merupakan suatu tempat pusat segala kegiatan, tempat dimana lahir kebudayaan dan muamalat, dalam sejarahnya kejayaan islam tidak bisa dilepaskan dari proses pendidikan islam yang dilakukan di masjid. Pada masa perkembangan islam masjid sebagai ajang halaqah atau diskusi,  tempat mengaji, dan memperdalam ilmu agama maupun ilmu umum. 

     Oleh karena itu, melalui organisasi remas mampu menjadi wadah peningkatan kualitas bagi para remaja, dimana seperti yang kita lihat pada zaman sekarang ini banyak pergaulan remaja yang sangat memperhatinkan sehingga layak diberi bimbingan serta arahan. 

     Organisasi Remas juga dapat meningkatkan kecerdasan spritual qountient (SQ). Spritual qountient adalah kemampuan seorang untuk berhubungan dengan Tuhan serta memberikan makna keberadaan dirinya. Menurut Stephan R Covey kecerdasan spiritual adalah pusat paling mendasar diantara kecerdasan yang lain karena menjadi sumber bimbingan bagi kecerdasan lainnya. 

     Namun banyak sekali masyarakat menganggap bahwa remas kegiatannya hanya berupa bersih-bersih dan azan di masjid,  yang akhirnya membuat para orang tua berfikir untuk tidak mendorong anak remajanya untuk mengikuti remas.  Padahal kegiatan remas sangatlah banyak mulai dari ibadah, pendidikan, hubungan masyarakat, dakwah,  perayaan hari besar dan lain lain. 

     Dari segi pendidikan, para anggota remas bisa mengikuti acara kajian kitab,  banyak di desa-desa para kiyai menkaji kitab yang audienya para remas. Kitab yang biasa dikaji adalah kitab fiqih dan ahlak, selain itu bukan hanya mengkaji kitab para anggota remas juga diajarkan mengenai praktik fikihnya secara riil seperti cara mengurus jenazah, wudhlu, cara menghilangkan najis dan lain-lain. 

     Dalam proker (program kerja)  remas juga terdapat kegiatan bersih-bersih masjid entah itu mingguan atau tahunan,  bisanya membersihkan masjid setiap hari jumat dan menata keperluan masjid apabila ada kegiatan seperti sholat jumat dan kegiatan lain yang sekiranya dihadiri orang banyak.  Kegiatan bersih-bersih menandakan seorang remaja yang peduli terhadap lingkungan, apalagi di masjid yang merupakan tempat orang jamaah dan ibadah, sungguh sangat bermanfaat dan InsyaAllah pahalanya besar. 

    Kreatifitas dari seorang remaja juga akan di asah melalui remas, contohnya ketika masjid memperingati hari besar seperti rajaban dan maulidan. Biasanya para remaja disuruh mendesain benner sebuah acara,  mendekor ruang acara, dan sebagai panitia penyelenggara. Ada pula kegitan mingguan yang membuat para remaja mempunyai skill contohnya adalah sholawatan yang biasanya menggunakan alat musik hadrah,  memainkan hadrah akan melatih kekompakan dan kreatifitas remaja mulai dari menyusun lagu sampai variasi memainkan alat hadrahnya. 

    Ciri khas dari remas mengenai ibadahnya, contohnya yaitu sholat pasti anggota remas lebih sering jamaah daripada remaja lain karena remas didik untuk selalu dekat dengan masjid,  tidak hanya sholat saja kegiatan lain seperti tahlilan, dzikiran, Istighosah juga diikuti oleh anggota remas. 

     Karena remas adalah sebuah organisasi bukan tidak mungkin untuk melatih jiwa kepemimpinan melalui organisasi ini. Kegiatannya berupa pelatihan dari pembina remas tentang bagimana cara menyusun program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat dan juga diajarkan menghadapi masyarakat seperti latihan dakwah, menjadi pembawa acara dan menjadi bilal, bisanya kegiatan ini melalui latian atau nama lainnya adalah khitobah.

     Kegiatan sosial yang dilakukan para remas contohnya ketika acara Zakat biasanya remas ditugasi sebagai amil untuk mengambil dan mebagikan zakat. Selain itu, ketika hari raya qurban remas juga menjadi panitia penyelengaranya. 

     Remas tidak hanya berkembang di masyarakat saja,  bisa saja melalui lembaga formal seperti sekolah atau madrasah yang notaben dari sekolah tersebut berbasis agama islam dan mempunyai masjid atau mushola, sehingga di sini remas berstatus sebagai organisasi extra sekolah.  Contoh riil dari remas yang ada di sokalah adalah Remas At Ta’awun yang berada di MAN 2 Banyuwangi, selain aktif di masjid melaui kegiatan seperti kultum, rutinan sholawat,  kajian kitab, dan acara hari besar islam,  Remas At Ta’awun juga mengadakan bakti sosial terhadap masyarakat di sekitarnya melalui kegiatan hibah al qur'an dan pernah pula digandeng oleh Baznas Genteng dalam hal penggalangan dana. Ini membuktikan bahwa remas juga bisa dibentuk dan dikembangkan melalui sekolah sekolah. 

     Disimpulkan bahwa organisasi remas dapat meningkatkan kualitas remaja pada zaman sekarang ini dan menjadi wadah kegitan positif remaja, oleh karena itu perlunya dorongan bagi remaja untuk mengikuti organisasi remas dari orang tuanya. Apabila di masyarakat belum terbentuk maka perlunya anggota Takmir membimbing para remajanya untuk membentuk organisasi remas. Selain itu, jika di sekolah juga belum dibentuk maka perlunya perhatian oleh para guru dalam hal ini. 

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Recent Posts

Pengikut