STRATEGI PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK GENERASI MUDA INDONESIA ANTI KORUPSI


OPINI


Korupsi harus terus diberantas salah satunya dengan pendidikan 



     Korupsi di Indonesia merupakan berita yang tidak asing lagi bagi masyarakat, bahkan sudah menjadi kebiasaan untuk mendengarkan berita tentang kasus korupsi. Korupsi ini merupakan kejahatan luar biasa (extra-ordinari crimes) yang sudah mendarah daging di Indonesia.

     Korupsi dapat merusak moralitas bangsa Indonesia yang dahulu terkenal sebagai bangsa ramah, adil, dan gotong royong. Rapuhnya moralitas dan rendahnya kejujuran dari aparat pemerintah ini merupakan penyebab utama terjadinya korupsi. Korupsi juga merugikan bangsa Indonesia, mulai dari kesejahteraan rakyat, menambah tingkat kemiskinan, menimbulkan masalah sosial yang besar, dan memperburuk pertumbuhan ekonomi Negara. Pembangunan jangka panjang tidak akan maksimal jika korupsi terus dilakukan.

     Uang yang dikorupsi sebesar Rp 168 T. seandainya uang yang dikorupsi digunakan untuk membangun 195 gedung sekolah dasar (SD) baru dengan  fasilitas lumanyan lengkap. Selain itu, juga bisa membiayai sekolah 3,36 juta orang hingga menjadi sarjana (KPK RI, 2020)

     Setiap tahun di Indonesia selalu ada kasus korupsi, korupsi di tanah air masih tergolong sangat tinggi jika mengacu pada skor Corupotiond Perception Index yang dilansir oleh transprarancy International Indonesia. Hampir di semua bidang terjadi korupsi dan suap-menyuap baik itu ‘‘kelas teri’’ maupun ‘‘kelas kakap’’ . Hal ini membuat resah masyarakat Indonesia. Apalagi sekarang lagi gencar-gencarnya bantuan sosial dari pemerintah mengenai penanganan virus corona yang jumlahnya fantastis dan rawan terhadap korupsi yang dilakukan aparat pemerintah.

     Maka dari itu, perlunya strategi untuk menumpas korupsi di Indonesia salah satunya adalah menghilangkan korupsi mulai dari akar-akarnya yaitu kaum muda yang akan menjadi generasi berikutnya dan melalui pendidikan yang ada di sekolah

     Generasi muda adalah generasi penerus bangsa merupakan slogan yang tidak baru lagi. Kemajuan suatu Negara tahun depan ditentukan oleh kualitas pemuda pada saat ini, sebagai generasi penerus bangsa berarti para generasi muda akan menanggung martabat bangsa Indonesia terutama di dunia internasional nanti. Budaya korupsi yang telah mendarah daging di Indonesia yang saat ini masih tinggi perlu diperhatikan terutama untuk kaum muda Indonesia. Perlunya penanaman anti korupsi sejak masa muda, karena merekalah yang akan menjadi generasi pemimpin dan pengelola negeri ini selanjutnya.

     Salah satu peran generasi muda adalah sebagai agen of devolepment yaitu sebagai agen pembangunan, generasi muda haruslah mampu menanamkan nilai- nilai anti korupsi sejak masa muda. Selain itu, pemuda merupakan agen of change, yaitu agen perubahan, diharapkan generasi pemuda saat ini akan merubah Indonesia yang lebih baik terutama terkait masalah anti korupsi, salah satu usaha menanamkan rasa anti korupsi adalah melalui pendidikan, karena pendidikan ini merupakan suatu pondasi dari peranan pemuda Indonesia, tanpa adanya pendidikan yang kuat maka para pemuda Indonesia pasti merasakan kesusahan dalam menjalankan peran mereka. Salah satu cara untuk menjadikan generasi pemuda Indonesia anti korupsi yaitu dengan 4 strategi pendidikan karakter  berikut:

     Pertama, pendidikan antikorupsi terintregasi di semua mata pelajaran, hal ini bertujuan untuk menanamkan karakter kejujuran yang dikembangkan guru masing-masing mata pelajaran, melalui pengembangan desain rencana pelaksanaan pembelajaran dengan cara menyisipkan nilai-nilai anti korupsi dalam materi pembelajaran yang relavan. Nilai-nilai anti korupsi dapat ditanamkan melalui beberapa pokok atau subab pokok bahasan materi yang berhubungan dengan nilai-nilai hidup. Kegiatannya berupa menyisipkan kata-kata atau motivasi pada bab yang bisa berkaitan dengan korupsi. Misalnya pada mata pelajaran Sejarah, ‘‘sejak dahulu dalam masyarakat yang demokratis, korupsi dan penindasan tetap saja menjadi ancaman yang besar’’. Dari sisipan kata-kata tersebut guru akan menjelaskan tentang keterkaitan pelajaran sejarah dengan kasus korupsi sehingga para siswa tertarik untuk mendengarkan dan mencari solusi dari kata-kata tersebut. Contoh lainnya yaitu pelajaran MTK, ‘‘untuk memahami konsep integral seorang siswa harus memiliki kesungguhan untuk memahami dan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan, sama halnya ketika menjadi pemimpin harus sungguh-sunguh dan adil’’. Dengan model ini dipastikan semua guru adalah pengajar antikorupsi tanpa terkecuali.

     Kelemahan dari metode ini adalah guru harus beradaptasi dan perlu mencari literatur yang lebih, mengenai hubungan keterkaitan materi pembelajarannya dengan pendidikan anti korupsi.

     Kedua, pemberian materi anti korupsi (MAK) pada pembelajaran PPKN, materi untuk pendidikan anti korupsi terdiri dari, pengenalan korupsi, dampak korupsi, upaya perlawanan terhadap korupsi dan lain-lain. Materi ini bertujuan menumbuhkan kepekaan dan membangun kerangka  berfikir  (framework of thinking) kegiatannya berupa penyampaian dan mendiskusikan konsep korupsi oleh guru PPKN kepada siswanya.

     Ketiga, pembiasaan perilaku antikorupsi, yaitu terdapat 7 nilai karakter antara lain nilai kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, dan kesederhananan. Nilai kejujuran di sekolah dapat diimplementasikan siswa dalam bentuk tidak melakukan kecurangan seperti menyontek saat ujian, tidak melakukan plagiarisme, membayar uang jajan sesuai harga yang dibeli, dan lain-lain. Namun bukan hanya penyadaran dari siswa saja, guru pun apabila memberikan tugas harus meminimalisasi mengenai kegiatan seperti kegiatan contek menyontek pada siswa. Caranya dengan memberikan tugas yang beda setiap kelompok maupun individu atau mengacak tugas yang berbeda yang akan diberikan untuk semua siswa. 

     Nilai kepedulian dapat diimplementasikan siswa dalam bentuk menjaga lingkungan sekolah agar telihat lestari dan menjaga fasilitas sekolah dengan baik. Nilai kemandirian dapat diimplementasiakn dalam bentuk mengerjakan soal ujian secara mandiri, mengerjakan tugas mandiri, dan mampu menjadi siswa yang aktif. Nilai kedisiplinan dapat diimplementasikan dalam bentuk tidak terlambat disekolah, patuh terhadap aturan sekolah, dan mengatur waktu dengan baik. Selain itu, guru atau ketertiban sekolah harus membuat undang-undang (UU) aturan tentang larangan dan kewajiban ketika di sekolah baik itu secara tertulis maupun kebiasaan, serta menambahkan pula sanksi apabila tidak melaksanakan atau malah melanggar larangan dalam aturan tersebut. Tujuan sanksi adalah untuk memberi efek jera terhadap hal yang dilanggar oleh siswa.

     Nilai tanggung jawab, merupakan nilai penting yang harus dihayati oleh siswa, diimplementasikan dalam hal kesungguhan belajar dan percaya diri. Dalam nilai ini siswa harus mampu bertanggung jawab atas hal yang dilakukannya, apabila siswa melakukan kesalahan ia harus menanggung resiko dan sanksi, apabila siswa berprestasi ia harus mengembangkan prestasinya agar selalu berkembang dan tumbuh. Jadi nilai tanggung jawab itu tidak hanya tentang masalah negatif saja tetapi juga terkait pengembangan diri seorang siswa.

     Nilai kerja keras dapat diimplementasikan siswa dalam kehidupan sehari- hari, misalnya mengerjakan tugas dengan tekun, menghargai proses bukan hasil semata.

     Nilai kesederhanaan dapat diterapkan siswa dalam bentuk pemenuhan kebutuhan hidup yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan seorang siswa. Siswa harus dihilangkan dari sifat hendonisme karena itu merupakan perilaku yang tidak baik dan berdampak buruk terhadap diri siswa.

     Keempat, metode education tools, metode ini bertujuan menciptakan media pembelajaran yang kreatif untuk segmen formal maupun publik untuk menumbuhkan gerakan anti korupsi. Implementasinya berupa siswa mewujudkan kreatifitasnya dalam mendesain berbagai macam produk yang bisa menjadi media pembelajaran anti korupsi. Contoh kegiatannya adalah perlombaan seni drama bertemakan korupsi, perlombaan puisi yang mengangkat tema korupsi, pemberian tugas seni budaya mengenai seni rupa tentang slogan antikorupsi, pemberian tugas mapel prakarya dengan menyisipkan kata kata anti korupsi. Dengan metode inilah siswa lebih tergairah untuk penanaman rasa anti korupsi.

     Peran guru disini sangatlah besar guna mendidik siswa terutama kaum muda, namun tidak hanya guru siswa pun harus harus partisipan dalam strategi pendidikan karakter ini. Melalui strategi ini diharapkan pemuda di Indonesia tertanam nilai anti korupsi sehingga dapat memperbaiki kualitas pemerintahan di masa mendatang dan terciptanya pembangunan nasional yang maksimal.


Semoga Bermanfaat 

Terimakasih 😀



Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Recent Posts

Pengikut